Mengejutkan, Dalam Sepekan Dana Asing Pasar Modal RI Keluar Rp2,8 Triliun

 



Apa yang terjadi sampai saat ini pasar modal Indonesia masih dikejutkan dengan tekanan pasar global, masih berlanjut yang terbaru yaitu hasil rebalancing MSCI dan FTSE Russel. MSCI mengeluarkan enam perusahaan dari MSCI Global Standard Indexes Mei 2026 keenam perusahaan tersebut diantaranya:

  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Perubahan index MSCI juga terjadi pada saham dengan kategori small cap atau MSCI Global Small Cap Index untuk Indonesia, ada 13 yang keluar dan hanya satu perusahaan yang masuk didalamnya yakni PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) setelah keluar dari indeks standard.

13 Saham yang keluar dari MSCI Global Small Cap Index
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
  • PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
  • PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
  • PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
  • PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
  • PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
  • PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
  • PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
  • PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
  • PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
  • PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
  • PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
  • PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)

Selain itu, FTSE Russell merilis keputusan terhadap pasar saham Indonesia. Mulai perdagangan 22 Juni 2026, saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi (High Shareholding Concentration / HSC) akan dikeluarkan dari indeks FTSE. Saham-saham yang akan dikeluarkan menggunakan metode harga nol (price to zero). Kebijakan ini menyusul langkah serupa yang sebelumnya telah diterapkan oleh indeks MSCI. Walau demikian FTSE Russell mempertahankan status pasar modal Indonesia dalam klasifikasi Secondary Emerging Market.

FTSE Russell merupakan perusahaan global penyedia indeks pasar saham dan tolok ukur keuangan (benchmark) yang merupakan anak perusahaan dari London Stock Exchange Group (LSEG). Indeks yang dikelola berfungsi sebagai acuan utama bagi investor institusi dunia seperti manajer investasi dan pengelola dana pensiun untuk menyusun portofolio dan mengalokasikan dana mereka ke berbagai negara atau perusahaan.

Hasil dari penilaian index global tersebut tentunya mempengaruhi dampak penurunan likuiditas terhadap pasar saham domestik diantaranya dana asing banyak yang keluar dalam sepekan tidak tanggung-tanggung total nilai transaksi yang keluar mencapai Rp2,8 triliun seperti dikutip dari IDXchannel dalam sepekan, investor asing tercatat melakukan jual bersih Rp2,80 triliun di pasar reguler. Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 1,98 persen ke level 6.723,320 pada perdagangan Rabu (13/5/2026). Tekanan muncul setelah sejumlah saham Indonesia dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index dalam hasil review kuartalan MSCI Mei 2026. Sentimen negatif bertambah setelah FTSE Russell menyatakan akan menghapus saham Indonesia dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration/HSC) dari indeksnya dengan harga nol (zero price) efektif pada 22 Juni 2026.


***